Categories
Pengelolaan limbah

Solusi sampah plastik

World Health Organization (WHO) pada 22 agustus kemarin merilis laporan terbaru terkait microplastik. Laporan tersebut berjudul Microplastic in drinking-water (mikroplastik pada air minum). Secara khusus laporan ini berisi dampak/bahaya mikroplastik dalam tubuh manusia.

Beberapa poin kesimpulan dan rekomendasi dari laporan tersebut adalah:

  1. Sumber-sumber penting dari mikroplastik ke dalam air tawar adalah aliran permukaan dan air limbah, tetapi data yang ada belum cukup untuk mengukur input ini dan menentukan sumber primer yang lebih spesifik. Lebih lanjut, beberapa kontaminasi juga dapat terjadi selama proses perawatan dan distribusi.
  2. Tidak ada studi tentang dampak mikroplastik yang tertelan terhadap kesehatan manusia dan hanya ada sejumlah studi terhadap hewan, namun relevansinya terdahap manusia masih belum diketahui. Namun ada beberapa hal yang perlu diketahui,
    • Meskipun tidak mungkin untuk menarik kesimpulan tegas tentang toksisitas yang terkait dengan bahaya fisik partikel plastik, terutama partikel ukuran nano melalui paparan air minum. Namun, tidak ada informasi yang dapat diandalkan yang menunjukkan kekhawatiran tentang hal tersebut. Manusia telah menelan mikroplastik dan partikel lain di lingkungan selama beberapa dekade tanpa indikasi terkait efek kesehatan yang merugikan.
    • Pengolahan air minum efektif menghilangkan partikel. Meskipun hanya ada bukti kuantitatif terbatas pada penghapusan mikroplastik di seluruh proses pengolahan air, pengolahan air minum konvensional (koagulasi, sedimentasi dan filtrasi) diharapkan secara efektif menghilangkan mikroplastik karena pengolahan konvensional dirancang untuk menghilangkan partikel. Penggunaan filtrasi membran, diharapkan menghilangkan 100% partikel (>0,001 μm untuk nanofiltrasi, >0,01 μm untuk ultrafiltrasi dan >1 μm untuk mikrofiltrasi).
  3. Risiko dari patogen dalam biofilm yang berhubungan dengan mikroplastik dianggap jauh lebih rendah daripada risiko yang ditimbulkan oleh tingginya konsentrasi dan keragaman patogen yang ada dari limbah manusia dan ternak, yang sering masuk ke air minum karena pengelolaan yang kurang baik.
  4. Untuk mikroplastik yang tidak dihilangkan selama pengolahan air minum, partikel-partikel ini juga menyediakan luas permukaan yang sangat kecil untuk pengembangan biofilm dibandingkan dengan sistem distribusi air minum dan karena itu, signifikansi relatif dari biofilm yang berhubungan dengan mikroplastik masih mungkin diabaikan.
  5. Terlepas dari sumbernya, pengolahan air minum sebagian besar dirancang untuk menghilangkan partikel dan penggunaannya baik proses klarifikasi dan disinfeksi, termasuk disinfeksi dalam distribusi sistem, akan mengurangi potensi patogen pada air minum.
  6. Pemantauan rutin plastik mikro dalam air minum tidak dianjurkan untuk hal ini karena tidak ada bukti yang menunjukkan adanya masalah terhadap kesehatan manusia.
  7. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami terjadinya mikroplastik di lingkungan dan di media yang dapat menyebabkan paparan manusia.
  8. Meningkatkan manajemen plastik dan mengurangi penggunaan plastik jika memungkinkan, untuk meminimalkan jumlah plastik yang dilepaskan lingkungan direkomendasikan karena tindakan ini dapat memberi manfaat lain kepada lingkungan dan kesejahteraan manusia.
  9. Strategi untuk meminimalkan input mikroplastik dapat menghasilkan manfaat lain juga, misalnya, perbaikan pada pengolahan air dapat menghilangkan berbagai kontaminan, dari mikroba patogen hingga yang muncul kontaminan termasuk mikroplastik dalam air limbah dan air minum.
  10. Menyediakan solusi yang lebih berkelanjutan dan komprehensif lebih baik daripada hanya fokus pada penghilangan mikroplastik.

Untuk laporan lengkapnya dapat ditemukan disini.

Leave a Reply